Minggu, 20 Desember 2009
Normalisasi Database
Dalam sebuah basis data diperlukan proses normalisasi data. Normalisasi merupakan cara untuk mencari / mengelompokan seluruh sifat yang berkenaan dengan objek/entitas. Selain itu juga untuk menghilangkan redudansi dan untuk memberikan identifikasi unik setiap record (tabel).
Langkah-langkah Normalisasi
Dalam melakukan normalisasi ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Langkah – langkah tersebut yaitu:
1. Bentuk Tidak Normal
Data ditulis tabel tunggal dengan apa adanya sesuai waktu kedatangannya. Data – data ini dapat diperoleh dari laporan transaksi.
2. Bentuk Normal Ke-satu (1NF : First Normal Form)
Bentuk Normal Kesatu merupakan uraian tabel dasar. Untuk membuatnya dapat melengkapi data pada bentuk tidak Normal.
3. Bentuk Normal Ke-dua (2NF : Second Normal Form)
Untuk mengelompokan data menjadi bentuk normal kedua, ada syarat–syarat yang harus dipenuhi yaitu :
º Sudah dalam bentuk Normal Kesatu
º Menentukan Primary key dan mengelompokan field non kunci dengan Primary key berdasarkan ketergantungan fungsional.
4. Bentuk Normal Ke-tiga (3NF : Third Normal Form)
Untuk mengelompokan data menjadi bentuk normal ketiga, ada syarat – syarat yang harus dipenuhi yaitu :
º Sudah dalam bentuk Normal Kedua
º Tidak mempunyai field yang bengantung Transitif
º Bentuk relasi yang menentukan Foreign Key.
Jumat, 11 Desember 2009
About Wireless
1. Wireless adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel.melalui gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote tv) atau gelombang radio (seperti bluethoot pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.
2. Frekwensi adalah jumlah siklus per detik sebuah arus bolak balik, dengan satuan Hertz. Misalkan 1Hertz adalah frekwensi sebuah arus bolak balik menyelesaikan satu siklus dalam satu detik.
Point to point dalah sinyal atau gelombang yang dikirimkan dari satu base station/accses point ke base station lainnya/terdekat.
Point to multipoint adalah sinyal atau gelombang yang di kirimkan dari satu base station/accses point ke banyak user/client/computer.
Accsess Point di gunakan untuk memberikan service pada klient, pada dasarnya berfungsi sebagai bridge/jembatan penghubung antena jaringan wireless dan jaringan kabel LAN
Repeater digunakan untuk memperbaharui sinyal jaringan untuk memperpanjang rentang infrastruktur jaringan yang ada.
3.Type koneksi
Personal Area Network
Bluetooth/802.15
802.15.1
Kelompok kerja satu ini menetapkan standart PAN Nirkabelberdasarkan spesifikasi Bluetooth v1.1 yang menggunakan frequency hopping spread spectrum (FHSS)yang dapat beroprasi dengan kecepatan 1Mbps.
802.15.2
Kelompok kerja yang bertanggung jawab terhadap standar yang telah direkomendasikan untuk memudahkan jaringan berstandar 802.11.1 dan 802.15.
802.15.3
Kelompok kerja yang menetapkan standar baru untuk PAN Nirkabel dengan kecepatan yang cukup tinggi datanya termasuk 11,22,33,44,dan 55 Mbps.
802.25.4
Kelompok kerja memeriksa definisi standar dengan kecepatan rendah dengan kebutuhan energy yang rendah.
802.11
Menetapkan Medium acces control (MAC) yang umum dan beberapa physical LAN Nirkabel. Standar 802.11 menetapkan penggunaan phisycal layer sinar infra merah.
Layer 802.11 MAC
Layer MAC disebut juga otak jaringan karena mengatur phisycal layer khusus 802.11, seperti 802.11a, 802.11b,802.11g untuk mengerjakan fungsi merasakan medium, mengirim, dan menerima frame 802.11.
2 bentuk akses medium: distributed coordination function (DCF), point coordination function (PCF). DCF berbasis protocol CSMA/CA (carrier sense multiple access with collision avoidance).
MAN Nirkabel
Bridge => sebuah perangkat yang menghubungkan dua jaringan yang menggunkana protocol data-link layer yang sama atau berlainan.
Beberpa penggunanyang dilengkapi 802.11 NIC dapat berasosiasi dengan sebuah accespoint yg terhubung ke jaringan Ethernet. Dengan menggunakan protocol 802.11 untuk berkomunikasi dengan accesspoint.
ANTENA DIRECTIONAL memaksikalkan inensitas gelombang radio pada satu arah.
Antena Omnidirectional memiliki bandwidth horizontal 360 derajat dan bandwidth vertical yang memiliki rentang 7 samapi 80 derajat.
Antenna semnidirectional memiliki bandwidth vertical 20 derajat dan bandwidth horizontal 50 derajat.
Efek Polarisasi
Polarisasi antene adalah orientasi fisik antene sepanjang bidang horizontal dan vertical..
MAN Nirkabel Point- To-Point Menghubungkan secara Langsung Dua Titik pada Jaringan.
Man Nirkabel Point-To-Multipoint pengguna Melalui Pusat Transceiver Umum.
Sistem Radio Paket Melontarkan Paket Data Sumber ke Destinasi.
Antena Dish Memiliki Reflektor Parabolik yang Memfokuskan Energi Sinyal dengan Cara yang Bermanfaatkan. Disk snow sled adalah bentuk reflector parabolic.
Sistem Selular Mencakup data gateway untuk menambah voice service traditional dengan koneksi jaringan nirkabel.
Local Area Network
802.11 2.4GHtz 2Mbps
802.11a 5GHzt 54Mbps
802.11a2x 5GHzt 108Mbps
802.11b 2.4GHzt 11Mbps
802.11b+ 2.4GHtz 22Mbps
802.11g 2.4GHzt 54Mbps
802.11n 2.4GHzt 120Mbps
Metropolitan Area Network
802.16
Wide Area Network
Berbasis seluler(2G/3G)
Rabu, 14 Oktober 2009
Tugas DataBase. M.LUtfi TI Pagi 101
SISTEM INFORMASI DAN VISIO
A. Microsoft Visio dan Perancangan Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari dua kata yang saling berkaitan yaitu sistem dan informasi. Sistem adalah seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah pengetahuan. Dengan kata lain, sistem informasi adalah sistem dalam organisasi yang mempertemukan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi, serta menyediakan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak tertentu. Secara ringkas, sistem informasi terdiri dari tiga komponen dasar yaitu input (masukan), pengolahan dan output (keluaran).
pembangunan sistem informasi dapat lebih terstruktur dengan melibatkan jumlah data yang jauh lebih banyak. Tahapan-tahapan pembangunan sistem informasi secara garis besar terbagi atas step-step sebagai berikut:
1. Identifikasi masalah.
2. Studi kelayakan.
3. Analisa sistem
4. Perancangan sistem informasi.
5. Aktifitas pemrograman
6. Implementasi sistem
7. Evaluasi dan tindak lanjutnya
Tahapan-tahapan dalam perencanaan sistem informasi, kebutuhan alat bantu yang dapat diandalkan berupa simbol-simbol yang dapat dipahami oleh beberapa programmer, yang berfungsi sebagai jembatan antara sistem analis dengan group programmer yang ada di suatu unit usaha, sehingga proses perencanaan suatu sistem informasi dapat lebih terfokus dengan lebih baik. Salah satu alat bantu dalam proses perencanaan siste informasi ini adalah Microsoft Visio yang saat ini beredar versi terbarunya yaitu Microsoft Visio 2003 yang lebih cantik dan handal di bandingkan dengan versi-versi sebelumnya.
Menurut Hoffer, Goerge dan Valacich dalam modern system analys & design (3rd Edition), disebutkan bahwa rangkaian proses perancangan sistem informasi dilihat dari sudut engineer terdiri atas beberapa urutan rangkaian yang digambarkan sebagai berikut :

Dengan melihat dari rangkaian proses perencanaan perangkat lunak, kebutuhan model perancangan yang digambarkan dalam simbol-simbol tertentu merupakan salah satu alat yang dapat membantu, seperti :
1. Brainstromming yang digunakan untuk melihat arah, pola pikir dan kebijakan suatu perusahaan baik dari visi maupun misi yang diajukan oleh para pengambil keputusan.
2. Gambaran Struktur organisasi suatu perusahaan yang akan dirancang sistem informasinya dengan tujuan membantu perancang dalam menentukan titik kritis suatu keputusan pada suatu organisasi
3. Project Schedule yang bertujuan untuk menentukan batas waktu perancangan sistem informasi
4. Flowchart yang bertujuan untuk menggambarkan proses system, proses program maupun proses dokumen
5. Data Flow Diagram yang bertujuan untuk menggambarkan proses alur sistem
6. Database model yang bertujuan menggambarkan alur data dan desain dari database suatu program aplikasi yang akan dirancang, dan beberapa model perancangan lain yang dipakai untuk memudahkan para perancang sistem informasi.
Tulisan ini dibuat dengan melihat beberapa aplikasi model yang ada pada Microsoft Visio yang dapat digunakan oleh para perancang, mahasiswa maupun kalangan umum untuk dapat membantu pola perencanaan sistem informasi kearah yang lebih baik.
B. Menjalankan Microsoft Visio
Microsoft Visio adalah aplikasi yang digunakan untuk merancang suatu model perencanaan, model ini dimanfaatkan untuk kebutuhan developer maupun engineering yang didesain untuk berbagai macam kebutuhan.
1. Klik menu start di windows
2. Sorot kursor mouse di program dan klik u
3. Pilihlah shortcut menu Microsoft Visio dan klik mouse
4. Maka Kita mulai masuk pada menu visio sebagai berikut :
Menu bar

![]()



C. Fungsi Menu Pada Microsoft Vis io
Pada Microsoft Visio terdapat beberapa menu pilihan mulai dari menu file, edit, view, insert, format, tools, shape, windows maupun help. Menu-menu ini memiliki kemiripan dengan aplikasi lain yang dibuat oleh Microsoft, dengan beberapa diantaranya merupakan menu khusus yang didesain untuk Visio itu sendiri.
Menu file hampir sama dengan format menu pada program-program rancangan Microsoft lain, yang terdiri dari sub menu New, Open, Close, Save, Save as.., Save as Web Page….., search …, Stensil, Find Shape, Page Setup, Print Preview, Print, Send to.., dan Exit.
Adapun pada submenu new terdapat tanda u yang menunjukkan sub menu dari new yang berisikan menu-menu yang dapat dipilih sesuai dengan kategori desain gambar yang kita kehendaki. Adapun pilihan tersebut dapat juga dilakukan melalui taskpane bar, seperti yang terlihat sebagai berikut :

Untuk pilihan menu new dengan memilih choose drawing type akan menampilkan pilihan gambar dengan tampilan animasi berdasarkan kategori yang dikehendaki seperti terlihat berikut :

pilihan new drawing dapat pula dipilih dengan mengklik icon new
yang terdapat pada toolbar menu.
Untuk menseting halaman yang ada di visio dapat diklik page setup pada menu file, sehingga akan muncul form page setup yang berisikan tab control yang terdiri dari print setup, page size, drawing scale, page properties dan layout routing

Dalam tab control print setup terdapat ukuran dari halaman yang akan digunakan, untuk merubah ukuran kertas yang akan digunakan pilihlah tombol ‚ pada combo box paper size yang tersedia. Pilihan paper orientation digunakan untuk menentukan pilihan bentuk cetakan yang akan digunakan yaitu berbentuk portrait atau landscape.
Jika ingin membuat jenis kertas dengan
Tab control drawing scale digunakan untuk menentukan skala gambar yang akan kita buat dengan pilihan default no scale (jika skala yang digunakan 1 : 1). Untuk pilihan yang lain kita dapat menseting pada pilihan pre-defined scale dengan pilihan yang dapat dipakai yaitu : skala metrics, skala arsitektur, skala civil enginnering, maupun skala mekanik dengan perbandingan skala 1 : 1000 sampai dengan 50 : 1.
Tab control page properties digunakan untuk mendefinisikan tipe dari halaman visio yang kita buat, apakah berfungsi sebagai foreground page atau sebagai background page (akan dijelaskan lebih lanjut pada bab ....). Pada versi terbaru dari visio ini dikenalkan tab control shadows yang berfungsi memberi efek bayangan pada halaman visio.
Pada menu view terdapat beberapa sub menu pilihan yang dapat dipilih seperti penggunaan ruler (penggaris) yang jika dipilih sehingga tampak tanda ü pada menu tersebut akan memunculkan penggaris pada di atas drawing, seperti tampak pada gambar berikut
Horizontal ruler
![]()

Pilihan grid akan memunculkan tanda grid pada halaman drawing seperti
Grid line


Pilihan guide akan memunculkan guideness jika gambar kita letakan pada halaman drawing, seperti tampak pada gambar berikut :
guidelines
![]()
![]()
D. Membuat New Drawing dengan bantuan template
Untuk membuat gambar baru dengan bantuan template dibuat dengan cara :
1. Pada menu file pilihlah new dan klik u
2. Pilih choose drawing type dan klik mouse, sehingga dilayar akan

3. Pada taskpane category disebelah kiri layar pilih organization chart, dan pada template klik gambar organization chart di taskpane template seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

4. Maka template organization chart telah siap untuk dirancang gambarnya
